Jumat, 13 Juli 2012

Out to the Bond

Hello bloggies ;)
Berjumpa lagi dengan X8 yang unyu dan imut ini. Hahaha. Disini kita mau cerita tentang outbond yang diadakan oleh our lovely school, SMAN 3 Surakarta di Tawangmangu beberapa waktu lalu. Tepatnya pada tanggal 9 Juli 2012 :)

Di outbond ini X8 seperti kedatangan teman baru. Sebenernya bukan temen baru sih. Namanya Nabila. Dia part of X8 juga. Tapi nggak pernah masuk, dan akhirnya terlihat batang hidungnya waktu outbond ini :D

Kami berangkat dari Smaga sekitar pukul 7 pagi waktu indonesia barat. Dan kebetulan, kelas X8 dibagi menjadi dua bis. Yaitu bis 5 dan bis 6.



Sesampainya di lokasi, tepatnya di Camping Lawu Resort, hawa dingin langsung menyambut kami. Tawangmangu sudah kondang akan suhunya yang dingin karena berada di dataran tinggi. Kami juga disuguhi pemandangan yang sangat memanjakan mata. Jadi rasanya kayak disambut, gitu wkwk :D


Seluruh siswa diajak bermain bersama kakak-kakak trainer. Kami diajak bernyanyi, menari dan melakukan permainan kecil. Melalui permainan kecil tersebut, kami dibagi menjadi sekitar 20-an kelompok, termasuk kelas lain.

Kami diberi banyak permainan disini. Ada Titanik, Perang Kata, Electric Fun, Flying Fox, dan masih banyak lagi. Setelah lelah bermain, kami diberi waktu setengah jam untuk ishoma. Lalu, permainan dilanjutkan kembali.

Ohya, kakak-kakak dari Yayasan Psikologi Anava juga ikut memberi kami banyak pelajaran pada outbond ini. Kami diberi banyak motivasi, dan hal-hal lain untuk membuat kami lebih bersemangat dan percaya diri untuk menggapai cita-cita ;) eaaaaa

Kita juga nggak lupa foto-foto lhooo :D





Setelah puas berfoto-foto, kami pun kembali Smaga dan pulang ke rumah masing-masing ;)
Hari yang sangat menyenangkan, semoga outbond ini dapat mempererat persahabatan kami dan teman-teman yang lain.
Thank you so much SMAGA, 91225! :D

Sabtu, 07 Juli 2012

Cerita Tentang 4 Lilin

Di sebuah rumah, di sebuah kamar, Ada 4 batang lilin menyala, Menyinari gelapnya kamar itu. Tiba-tiba, lilin itu bisa berbicara.




Lilin pertama berbicara:

"Aku adalah IMAN. Aku menyala agar manusia di dunia rajin beribadah. Namun, apalah daya, sekarang orang-orang melalaikan perintah Tuhan, mereka jarang beribadah. Lebih baik, aku mati saja." Akhirnya lilin pertama pun mati.

Tiba-tiba, lilin kedua berbicara:

"Aku adalah PERUBAHAN. Aku ada supaya manusia mau berubah untuk jadi lebih baik. Tapi, sekarang manusia egois. Mereka tidak mau berubah. Mereka menjadi jahat & tak berperasaan. Lebih baik, aku mati saja" Akhirnya lilin kedua pun mati.

Lalu, lilin ketiga berbicara:

"Aku adalah CINTA. Aku ada supaya manusia saling mencintai & menyayangi. Namun, sekarang manusia suka bermusuhan. Suami-istri saling membenci, anak-ibu pun saling bermusuhan. Aku tidak berguna lagi di sini. Jadi lebih baik, aku mati saja." Akhirnya lilin ketiga pun mati.


Tiba-tiba, seorang anak masuk ke kamar itu. Dia menangis tersedu-sedu smbil berkata:

"Tolonglah lilin, jangan mati. Aku takut kegelapan, aku mohon." Anak itu berkata sambil menangis.

Dengan mantap, lilin keempat berkata:

"Aku adalah HARAPAN. Selama orang-orang belum berhenti berharap, tidak ada hal yang mustahil. Selama masih ada aku, aku masih bisa menyalakan lilin pertama, kedua, & ketiga."

Friendship :)

Mencari persahabatan itu seperti kita memasukkan benang dalam lubang jarum…

Sulitnya mencari seorang sahabat itu bisa digambarkan ketika kita berusaha memasukkan benang ke dalam lubang jarum. Ada saja halangan atau kendala saat kita berusaha memasukkan benang dalam jarum, ada angin, mata kita yang kurang fokus, tempat yang kurang terang dan lain-lain.


Namun setelah kita berhasil melawan kendala yang ada, akhirnya benang bisa masuk ke dalam jarum, itulah saat-saat yang menggambarkan bahwa kita telah berhasil mendapatkan seorang sahabat. Setelah jarum dan benang telah bersatu, tibalah saatnya kita merajut..dalam hal ini kita sebagai jarum dan sahabat kita sebagai benang, bersama-sama merajut peristiwa-peristiwa manis dan indah sehingga menjadi rajutan indah berupa kenangan terindah di hidup kita….
Itulah Sahabat, seseorang yang kita peroleh dari pengorbanan dalam kehidupan kita. Yang awalnya pahit namun berakhir manis ^^

Bunga untuk ibu


pagi itu, seorang pria sedang turun dari mobil mewahnya...ia bermaksud untuk membelikan sebuah kado untuk ibunya di kampung, karna besok hari ibu.Ia bermaksud untuk mengirimkan kado itu lewat pos.Seorang ibu yg pernah ia tinggal pergi untuk kuliah dan mencari nafkah di kota besar. Lahkah pria itu terhenti disebuah toko bunga. Dia melihat seorang gadis cantik sedang memandang lesu rangkaian bunga didepan etalase, ternyata wanita itu adalah adik tinggatnya semasa kuliah...

"Ada apa dengan mu? dan ada ada apa dengan bunga itu" tanya si pria

"aku ingin membeli salah satu rangkain bunga mawar itu untuk ibu saya." "seumur hidup saya saya tidak pernah membelikan ibu saya bunga" jawab gadis itu...

"kenapa tidak kamu beli saja? ini bagus, kok" kata pria itu sambil mengamati rangkaian bunga itu..

"uang saya tidak cukup"

"ya sudah pilih saja nanti saya yg akan membayarnya" Pria itu menawarkan sambil tersenyum...


akhirnya gadis itu memilih salah satu rangkaian bunga itu,dengan ditemani sang pria gadis itu menuju kekasir.Pria itu juga menawarkan diri untuk mengantarnya pulang kerumah untuk memberikan bunga itu kpada ibunya, gadis itu pun bersedia...

Dua orang itu lalu melaju menggunakan mobil menuju suatu tempat yg ditunjukkan gadis itu.Hati pria itu terperanjat ketika gadis cantik itu mengajaknya ke subuah kompleks pemakaman umum.

Setelah memarkirkan mobil pria itu lalu mengikuti langkah gadis itu.Dengan sangat terharu gadis itu meletakkan ranggkaian bunga itu di makam ibunya.seorang ibu yang memang belum pernah ia lihat seumur hidupnya.Ibunya meninggal saat melahirkan gadis itu.

Melihat kejadian itu,setelah mengantarkan gadis itu pulang, sang pria membatalkan niatnya untuk membeli dan mengirimkannya kado kepada ibunya,

Siang itu juga pria sukses itu langsung memacu mobilnya menuju kampung halamannya, untuk melihat wajah ibunya yg dia rindukan selama ini..untuk bersujud dibawah kakinya dan memeluk erat tubuh dan hati lembutnya..

Untuk para sahabat yang masih mempunyai ibu, kisah diatas mengajarkan kita arti seorang ibu....
ia tidak menginginkan emas sebesar gunung atau uang belipat lipat....yg ia inginkan hanya perhatian yg tulus dari anaknya....

mulai sekarang bahagiakanlah ibumu selagi dia masih hidup.....
klo kalian yg baca kisah diatas aku ingn kalian langsung temui ibumu dan berkata 
"aku ingin mebahagiakanmu sepanjang hidupku"


sumber : http://el-civas.blogspot.com/2012/02/bunga-untuk-ibu-renungan-kisah.html

Ketika Aku Tua

Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.
Mengertilah, bersabarlah sedikit terhadap aku.
Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.
Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.
Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kali kuceritakan agar kau tidur.
Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?
Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tekhnologi dan hal-hal baru, jangan mengejekku.

Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.
Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk memapahku.
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.
Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk mengingat.
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.
Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai belajar menjalani kehidupan.
Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang temani aku menjalankan sisa hidupku.
Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa syukur
Dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.

sumber : http://iphincow.wordpress.com/2012/06/30/ketika-aku-tua/#more-464

Kisah Seorang Pemuda


Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup sebatang kara. Pendidikan rendah, hidup dari bekerja sebagai buruh tani milik tuan tanah yang kaya raya. Walapun hidupnya sederhana tetapi sesungguhnya dia bisa melewati kesehariannya dengan baik.

Pada suatu ketika, si pemuda merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Setiap hari bekerja di ladang orang demi sesuap nasi. Hanya sekadar melewati hari untuk menunggu kapan akan mati. Pemuda itu merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti.

"Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja kehidupan ini," katanya dalam hati. Disiapkannya seutas tali dan dia berniat menggantung diri di sebatang pohon.

Pohon yang dituju, saat melihat gelagat seperti itu, tiba-tiba menyela lembut. "Anak muda yang tampan dan baik hati, tolong jangan menggantung diri di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini."

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi melanjutkan memilih pohon yang lain, tidak jauh dari situ. Saat bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih si pohon, "Hai anak muda. Kamu lihat di atas sini, ada sarang tawon yang sedang dikerjakan oleh begitu banyak lebah dengan tekun dan rajin. Jika kamu mau bunuh diri, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah dan manusia yang telah bekerja keras tetapi tidak dapat menikmati hasilnya."

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun, si pemuda berjalan mencari pohon yang lain. Kata yang didengarpun tidak jauh berbeda, "Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh di bawah dedaunanku. Tolong jangan mati di sini."

Setelah pohon yang ketiga kalinya, si pemuda termenung dan berpikir, "Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain".

Segera timbul kesadaran baru. "Aku manusia; masih muda, kuat, dan sehat. Tidak pantas aku melenyapkan kehidupanku sendiri. Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik untuk bisa pula bermanfaat bagi makhluk lain".

Si pemuda pun pulang ke rumahnya dengan penuh semangat dan perasaan lega.

Teman-teman yang luar biasa,

Kalau kita mengisi kehidupan ini dengan menggerutu, mengeluh, dan pesimis, tentu kita menjalani hidup ini (dengan) terasa terbeban dan saat tidak mampu lagi menahan akan memungkinkan kita mengambil jalan pintas yaitu bunuh diri.

Sebaliknya, kalau kita mampu menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan, tentu kita akan menghargai kehidupan ini. Kita akan mengisi kehidupan kita, setiap hari penuh dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia-manusia lainnya.



Maka, jangan melayani perasaan negatif. Usir segera. Biasakan memelihara pikiran positif, sikap positif, dan tindakan positif. Dengan demikian kita akan menjalani kehidupan ini penuh dengan syukur, semangat, dan sukses luar biasa!

Salam sukses luar biasa!!!

sumber : http://www.andriewongso.com/awartikel-2910-AW_Artikel-Nilai_Kehidupan